SURGA UNTUK AYAH DAN IBU
Tapsel (Inhum) MTsN 2 Tapanuli Selatan Memberiakn kesempatan ikut mengembangkan bakat untuk mengikuti Hafiz Qur’an di antaranya (Sehat Sihombing ( 15Th) asal Huta Tonga Turunan Kecamatan Saiapar Dolok Hole dan Ikbal Pakula Dongoran ( 15Th) asal Ramba Padang Kecamatan Aek Bilah. Sama-sama masih duduk di kelas VIII tingkat MTs tepatnya di MTs Negeri 2 Tapanuli Selatan. Kedua anak tersebut memiliki cita-cita menjadi Hafiz Al-Qur’an , Karena kemauan sendiri keduanya nekat mendaftar di Tahfiz Qur’an Baiturrahmi Sipagimbar yang dipimpin oleh Ustazd Zulkifli Marpaung.
Dengan rincian biaya lebih kurang Rp.350.000/bulannya tidak menjadi hambatan bagi orang tua mereka, terlebih mereka sama-sama anak Yatim. Kekaguman mereka terhadap keberhasilan ustaz Zulkifli Marpaung tidak hanya sebatas kata-kata, terbukti dengan kegigihan mereka lebih dari 6 bulan mampu menghafal 1 Juz Al-qur’an . Dan beberapa pengakuan dari Guru Madrasah bahwa kedua anak tersebut memiliki suara yang sangat merdu.
Hati Tenang, dan semangat dalam belajar begitu ungkap Sehat Sihombing keterkaitan dengan proses belajar di Mts N 2 Tapanuli Selatan.
“ Tidak kepikiran uang bulanan lagi , Kecintaan terhadap Al-quran juga memudahkan dalam menuntut ilmu juga Rezeki , seperti kemarin dapat santunan dari Kepala Madrasah Negeri 2 Tapanuli Selatan Dullah Ritonga, M.PdI karena menghafal surah Arrahman” Tambah Ikbal Pakula dengan nada senangnya.
Hal lain yang menarik dari kedua anak tersebut adalah pemahaman mereka tentang Ilmu Agama, alasan terkuat mereka menjadi seorang hafiz adalah ingin memberikan syurga untuk kedua orang tua. Sebab Seorang Hafiz atau Penghafal Al-Quran 30 juz bisa menyelematkan 10 anggota keluarganya dari siksaan api neraka di akhirat kelak. Demikian diungkapkan oleh mereka.
Sebagai penulis tentunya saya sangat bangga, mari kita berikan apresiasi, di zaman modren yang kita hadapi sekarang ini, masih ada anak- anak yang memiliki kemauan tinggi untuk menuntut Ilmu agama, tidak terlena dengan kecanggihan teknologi yang sebagian anak mengkiblatkan ke arah negatif yang melanggar norma-norma yang ada. Atau tidak terpeleset ke ”Kids Zaman Now” istilah yang sangat booming untuk kenakalan anak remaja zaman sekarang ini. (L.Rtg)

No comments:
Post a Comment